Minggu, 21 Desember 2025

unseen side..

ada titik di ujung

doa-doa keselamatan penutup malam

kuisi dengan namamu

kucoba memaafkanmu selalu

kalau disitu ada salahku

maafkanku juga. . .

[Ada Titik-Titik Di Ujung Doa – Sal Priadi]

 

Hi everyone! How’s life been treating you lately? It’s been way too long since we last caught up here๐Ÿ˜ญ

 

Banyak sekali cerita yang ingin aku ceritakan dan dengar dari kalian. I’ve done a lot of growing (and a little bit of wandering) over this year. Silahkan ambil segelas kopi dan duduklah dengan nyaman di sini bersamaku hihiii๐Ÿ˜ป☕๐Ÿฐ

 

Btw, aku sarankan kalian harus membaca tulisanku ini sambil mendengarkan lagu Sal Priadi di atas yaa..

 

Aku pernah membaca pertanyaan ini:

“Kepada siapa kita berhutang maaf paling besar?”

 

Memangnya ada yang lebih kejam dari cara kita dalam memperlakukan diri sendiri?

 

Kalau aku, kurasa hanya diriku yang selama ini paling sering kusalahkan. Dengan sombongnya bersikeras memikul segalanya dan memberi hukuman berat saat tahu ternyata “aku ini hanya manusia biasa”.

 

Jika lagu Sal Priadi benar, selain untuk terus menerus memaafkan dan mendoakan orang lain – aku akan mengisi titik-titik di ujung doa itu dengan namaku serta belajar memaafkan dan mendoakan diriku sendiri juga sebagaimana mestinya..

 

(pict: pinterest)

 

Hm, karena aku bingung ingin memulai cerita dari mana hihii, maka aku putuskan untuk menceritakan salah satu lika-liku hidupku yang satu ini. . .

 

Pada liburan akhir tahun 2024 lalu, aku bolak-balik mengurus pendataan untuk bisa mengikuti tes ditemani kedua temanku – karena sesuai dengan peraturan, kami diizinkan untuk bisa mengikuti tes. Dengan perasaan cemas setiap hari, aku menunggu tanggal di mana aku bisa mendaftar..

 

Ketika tanggal itu tiba, kami diberi waktu 3 hari untuk melakukan pendaftaran. Aku mencoba login ke akun, tetapi gagal..

 

Tidak berbohong, aku sangat panik..

 

Aku berusaha tenang sambil terus mengulang username dan password, dan ya – ternyata tetap tidak bisa..

 

Setelah dicek kembali oleh dinas, NIK milikku yang diketik pada saat pemberkasan, angka belakangnya salah dan tidak bisa diperbaiki karena 2 hari lagi penutupan pendaftaran. Aku sedih, aku menyalahkan diri sendiri yang mengacaukan kesempatan tes kali ini. Aku hampir hilang akal di hari itu..

 

Aku menghubungi BKN, mengirim email berkali-kali, aku tidak bisa melakukan apapun lagi, tidak ada yang bisa menolongku..

 

Malamnya setelah aku mendapat balasan email dari BKN dan ternyata ada jadwal perpanjangan pendaftaran, aku banyak berdoa juga meniatkan diri untuk mengurus ke BKD keesokan harinya..

 

Di hari aku mengurus akun tesku yang tidak bisa login, aku mendapati satu pelajaran baru: “kalau tiba-tiba turun hujan, itu bukan karena Allah mau merusak rencana kita, tapi Allah kasih kita kesempatan untuk berdoa”.

 

Meskipun aku sendiri dan tidak punya seseorang yang bisa kumintai pertolongan – aku bertemu orang baik yang Allah gerakan hatinya untuk membantu mengurus akunku – gratis, tanpa imbalan sedikitpun..

 

Keesokan harinya, dengan penuh harap berdoa serendah-rendahnya, aku mencoba login kembali. Do you know? Aku bisa melanjutkan pendaftaran dan menyelesaikan sampai tahap cetak kartu ujian. Aku benar-benar bersyukur..

 

“bahkan pada takdir-takdir yang masih sering menjadi tanya mengapa itu terjadi untukmu, bertahanlah dengan prasangka baik, bahwa Dzat Yang Maha Sempurna tidaklah menciptakanmu dengan sia-sia”

 

Tidak berhenti disitu, ternyata ceritaku berlanjut ke belajar mapel baru untuk ngajar, mengikuti kuliah ppg, mengurus administrasi pppk sendiri, mengurus sekolah sendiri, adaptasi di tempat baru sampai akhirnya aku tau kalau sejauh ini – memang tidak ada pertolongan terbaik selain pertolongan Allah Subhanawataala..

 

“Rahmat (kasih sayang)-Ku, meliputi segala sesuatu.” (QS. Al-A’raf [7]: 156)

 

Di balik semua hal cukup berat yang aku alami di tahun ini, aku juga baru ingat untuk berbagi cerita tentang . . . . . “everything u are” versi aku – aishhhhh

 

Sama seperti everything u are nya Hindia, aku ucapkan jutaan terima kasih kepada satu manusia yang tak pernah kuduga akan menjadi sosok yang mewarnai dan menemani hariku, menerima rasa khawatirku, bahkan rela memeluk segala rapuhku – ikhsan.๐ŸŽผ๐ŸŽ ๐Ÿ’Œ๐ŸŽ€

 

Kurasa lagu di bawah ini cocok untuknya~

 

banyak waktu racun

tapi diterima siapa pun aku

kau tangan yang terbuka

sembuhku, untukku,

untukmu, untuk kita

[Tapi Diterima – Nadin]

 

(akan kuceritakan kisah cintaku dalam waktu dekat yaa๐Ÿ˜‹)

 

Terima kasih lainnya, terkhusus untuk:

Ibu.

Barangkali beruntungku kali ini karena Ibu yang setiap harinya tanpa henti menantang langit di jam 3 pagi itu. Aku berdoa segalaku dipemudah, bukan untukku tapi untuk Ibu – perempuan yang aku kagumi lebih dari siapa pun. Sebab ada derajatnya yang ingin aku angkat, ada lukanya yang ingin aku jahit..

 

Bapak.

Yang menerima seluruh kurangku, salahku, bahkan kegagalanku.

Permintaanku mana yang tidak engkau usahakan.

Sometime I wonder if my expectations for men are too high bcs of the ay my own father treats me..

 

Muna.

Aku adalah orang yang selalu ingin melihat dan mendengar segala hal tentangmu, bahkan saat kamu tidak percaya terhadap dirimu sendiri.

 

-----

 

Terima kasih juga untuk mama nya Ikhsan.

Untuk peluk dalam semua pelik, untuk setiap doa-doa baik, untuk lembutnya tutur kata, untuk “rumah” terbaruku..

 

Terima kasih Bapak dan Ibu Guru di sekolah baru yang setiap saat selalu memanggilku dengan:”adik bungsu”..๐Ÿ‘ง 

 

Terima kasih untuk mba arum yang pelukannya selalu ada untukku meskipun jauh..๐Ÿ’…๐Ÿ’ž 

 

Terima kasih untuk kalian semua yang sudah membuatku bertahan..๐Ÿ’

 

Aku tidak sabar ingin tau cerita-ceritamu, bagaimana itu? Ada cerita seru apa setahun belakangan ini? Drop by my social media, I’ll be waiting for you..๐ŸŽ‰

 

Rinduku untuk berbagi cerita kali ini sangaaat terbayar!

 

Di mana pun kalian berada, aku selalu berdoa agar hari-hari kalian selalu penuh kebahagiaan, sehat selalu dalam beraktifitas dan dimudahkan untuk segala urusan dan rezekinya. Aamiin Aamiin..✨

 

Okeey, sampai sini dulu sesi cerita-cerita kita, sampai bertemu kembali yaaa๐Ÿ’˜๐Ÿ’•

 

 

withlove

-dazey

1 komentar: